Categories
Update

Balasan untuk Wawan Adik Ratu Atut Diperberat Jadi Tujuh Tahun

jpnn. com, JAKARTA – Vonis terdakwa kejadian korupsi alat kesehatan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan diperberat. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP) itu, dari empat tahun menjadi tujuh tahun penjara.

jpnn. com , JAKARTA – Vonis terdakwa kasus manipulasi alat kesehatan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan diperberat. Pengadilan Luhur DKI Jakarta memperberat hukuman Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP) itu, dari empat tahun menjelma tujuh tahun penjara.

Suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany itu juga dijatuhi hukuman berbentuk denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Selain tersebut, Wawan dikenai hukuman tambahan berupa uang pengganti senilai Rp 58 miliar.

“Apabila tidak dapat membayar kekayaan pengganti tersebut hartanya akan disita untuk membayar uang pengganti dan apabila hartanya tidak mencukupi kekayaan pengganti tersebut diganti dengan kejahatan kurungan selama satu tahun, ” berikut bunyi putusan seperti dikutip dari laman resmi Mahkamah Gemilang, Kamis (17/12).

Baca Juga:

Duduk sebagai ketua perhimpunan Andriani Nurdin dengan anggota Jeldi Ramadhan, Anthon R Saragih, M Lutfi dan Singgih Budi Prakoso dalam memutus perkara ini.

Kendati diperberat menjadi tujuh tahun, dakwaan kedua Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Wawan dinilai tidak terbukti sebab majelis hakim.

“Menyatakan Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana tidak terbukti secara sah serta meyakinkan bersalah melakukan Tindak Kejahatan Pencucian Uang sebagaimana dalam Perkara Kumulatif Kedua Penuntut Umum, ” bunyi amar putusan.

Baca Juga:

Sebelumnya, Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta memerosokkan vonis pidana empat tahun penjara kepada Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Selain itu, dia juga dijatuhi hukuman denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Wawan melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 94, 317 miliar. Dia terbukti bersama-sama secara mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah melakukan korupsi pengadaan alat kedokteran RS Rujukan Banten di dalam APBD TA 2012 dan APBD-Perubahan 2012 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 79, 789 miliar.