Categories
Update

Penjaga Boleh Langsung Tembak Mati ataupun Melumpuhkan Kaki Dulu? Begini Cakap Kriminolog

jpnn. com, JAKARTA – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Eliasta Meliala menjelaskan dapat tidaknya polisi langsung menembak mati atau wajib menembak kaki terlebih dahulu untuk melumpuhkan seseorang, betul dipengaruhi kondisi di lapangan.

jpnn. com , JAKARTA – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Eliasta Meliala menjelaskan boleh tidaknya polisi langsung menembak mati atau wajib mengarahkan kaki terlebih dahulu untuk melumpuhkan seseorang, sangat dipengaruhi kondisi dalam lapangan.

Pendapat itu disampaikan Adrianus menyusul kontroversi tewasnya enam Laskar FPI (Front Pembela Islam) saat berhadapan dengan sejumlah bagian kepolisian di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12) lalu.

“Ini kembali lagi antara prosedur tetap (protap) di latihan dan kenyataan yang dihadapi. Dalam situasi tenang, ada langkah dengan pelaku, bisa dilakukan rujukan tiga kali, baru ke periode yang melumpuhkan yaitu kaki. Tetapi, itu cerita di latihan. Kenyataan bisa jadi tidak begitu, ” ujar Adrianus dalam Podcast JPNN. com sebagaimana dikutip pada Sabtu (12/12).

Mengucapkan Juga:

Menurut anggota Ombudsman MENODAI ini, dalam keadaan ‘bahaya dengan tak terelakkan, maka polisi bisa mengambil tindakan tegas. Meski begitu, tetap ada perbedaan pendapat terkait hal tersebut.

“Selama tidak ada badan ataupun komisi yang menjadi reviewer, maka akan selalu begini. Orang menduga dan polisi membela diri. Siap perlu ada lembaga sebagai taksir, ” ucap Adrianus.

Ketika menjadi anggota Persen Kepolisian Nasional (Kompolnas), beberapa periode lalu, Adrianus sangat berharap institusi itu bisa menjadi reviewer independen yang berjarak dari kepolisian, terpaut dengan situasi yang memiliki memperlawankan pendapat.

Baca Juga:

“Cuma masalahnya, Kompolnas secara tupoksi, tidak begitu, ” ucapnya.

Adrianus bertambah lanjut mengatakan, selama tidak ada lembaga yang bersifat reviewer, maka akan tetap terjadi perdebatan.