Categories
Update

Kepala MPR: RCEP Harus Mampu Pengungkit Perekonomian Indonesia

jpnn. com, JAKARTA – Ketua MPR MENODAI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang telah disepakati negara-negara ASEAN, tercatat Indonesia, bersama lima negara tinggi, Australia, New Zealand, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan), harus dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian nasional.

jpnn. com , JAKARTA – Kepala MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet)  menekankan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang telah disepakati negeri2 ASEAN, termasuk Indonesia, bersama lima negara besar, Australia, New Zealand, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan), harus dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian nasional.

Hal itu mengingat perjanjian tersebut diinisiasi, dipimpin Indonesia, dan ditandatangani atas ‘restu’ Indonesia.

“Keuntungan yang diperoleh antara lain memajukan ekspor ke negara-negara peserta RCEP hingga 8-11 persen, menarik investasi hingga 18-22 persen, dan memerosokkan ekspor hingga 7, 2 upah, ” ujar Bamsoet saat menjelma keynote speech FGD ‘RCEP Di Perspektif UUD NRI 1945’, kerja sama MPR RI dengan BS Center, di Jakarta, Jumat (11/12).

Baca Pula:

Turut hadir antara lain Gajah Perdagangan Agus Suparmanto, Dosen Institut Pertanian Bogor yang juga bekas Wakil Menteri Perdagangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II Dr. Bayu Krisnamurthi dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi Ph. D.

Turut hadir para-para narasumber pembahas, antara lain Prof Devanto Shasta Pratomo Ph. D (Universitas Brawijaya); Prof. Dr. Ina Primiana (Universitas Padjadjaran); Mohammad Dian Revindo Ph. D (LPEM Universitas Indonesia), Dr. Piter Abdullah (Center of Reform on Economic); dan Bernardino Vega (KADIN Indonesia).

Ketua ke-20 DPR RI ini mengingatkan, dampak meyakinkan RCEP hanya dapat dimanfaatkan asalkan Indonesia mempunyai daya saing yang tangguh.

Menyuarakan Juga:

Kalau tidak, lanjut Bamsoet, RCEP hanya menjadikan Indonesia jadi pangsa pasar strategis bagi membanjirnya produk-produk impor negara-negara anggota RCEP lainnya.

Dalam Indeks Daya Saing Ijmal 2019 yang dirilis Forum Ekonomi Dunia, Indonesia turun peringkat ke posisi 50, dari sebelumnya pada 2018 berada di posisi 45.