Categories
Update

Rutin Posting Konten Terlarang di Media Sosial, Dua Pemuda Asal Pamukan Barat Ditangkap

jpnn. com, KOTABARU – Jajaran Polres Kotabaru menangkap dua pemuda asal Pamukan Barat berinisial RH dan DW. Itu ditangkap karena dianggap ingin mengganti landasan negara Pancasila dengan bentuk khilafah.

jpnn. com , KOTABARU – Rentetan Polres Kotabaru menangkap dua muda asal Pamukan Barat berinisial RH dan DW. Mereka ditangkap sebab dianggap ingin mengganti landasan negeri Pancasila dengan sistem khilafah.

Menurut keterangan Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin, Senin (13/7) tadi, dua pemuda tersebut kerap mengunggah semacam seruan, menukar sistem negara ke khilafah. Postingan itu rutin diunggah di Facebook.

Postingan-postingan itu kata Andi memuat simbol HTI. Ormas yang sudah dilarang. Isi-isi postingan mereka itu sebutnya diduga melanggar UU ITE.

Baca Juga:

“Mereka melancarkan via online. Mestinya tanya ke ulama. Apa itu Pancasila, apa itu Khilafah, ” kata Andi didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil.

Sebab penelusuran mantan Kapolres Bombana mengucapkan, dua pemuda itu diduga adalah jaringan HTI. “Mencoba mengganti kebijakan negara kita. Mereka ini simpatisan (HTI), ” bebernya.

Dua pemuda itu tunggal merupakan guru honor di salah satu sekolah di Pamukan Barat. Kepada Radar Banjarmasin, DW mengatakan, khilafah merupakan perintah agama. “Ada hadis-nya, ” ujarnya.

Baca Juga:

Menurutnya, khilafah ialah sistem terbaik untuk sebuah negara. Sehingga layak diperjuangkan. Ditanya apakah dia adalah anggota HTI, bahana menolaknya.

MENYUARAKAN JUGA:   Digugat Anak Pasal Harta, Bu Mariamsyah Meneteskan Cairan Mata Lantas Bilang Begini